Posted by: naksigit | October 17, 2008

Surabaya masih Panas

Apakah ini bertanda alam sudah tidak bersahabat??hari demi hari panas semakin kita rasakan, terutama di surabaya. Berdasarkan data Badan Meteorologi dan Geofisika Juanda Suhu udara di Wilayah Surabaya sejak memasuki bulan Oktober bisa mencapai maksimum 37 derajat Celcius, waow….Panas Luar biasa Panas.baca lebih lanjut…
Meningkatnya temperatur suhu di Surabaya juga tidak terlepas dari fenomena Pemanasan Global, demikian juga dan pergeseran iklim yang terjadi di Indonesi lebih khusus lagi di Surabaya, seharusnya bulan September sudah memasuki masa dimana air hujan sudah jatuh dari atas dan membasahi bumi Surabaya dan sekitarnya, tapi kini telah bergeser mundur mungkin ke bulan November merupakan salah satu bukti nyata semakin jelaslah efek dari pemanasan Global.
Pemanasan global memicu beberapa konsekuensi yang akan di hadapi oleh manusia maupun lingkungan di sekitar nya diantaranya adalah :
-Naiknya Permukaan air laut global disebabkan mencairnya es baik dikutub utara maupun selatan
-Meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim
-Meningkatnya Iintensitas dan frekeunsi banjir
– Dll
Dampak ini bukan sekedar wacana, tapi sudah ada beberapa bukti yang bisa kita saksikan, betapa sebuah pulau di amerika sana tiba-tiba raib ( hilang dari permukaan bumi ). Tidak usah terlalu jauh,di Jawa Timur bencana silih berganti dari banjir di hampir sebagian besar wilayah jawa timur, badai yang tiba-tiba datang dan menyapu apapun yang dilalui dan masih banyak lagi. Untuk mengatasi Fenomena efek pemanasan Global yang semakin jelas kita rasakan sebenarnya telah dilakukan langkah-langkah strategis oleh beberapa negara pada tahun 1992 di Rio de Janiero dengan menyusun Framework Convention on Climate change yang ditandatangani 167 negara yang menegaskan agar para negara industri mengurangi emisi karbondioksida. Karena hasil yang di harapkan dari pertemuan di Rio kurang memuaskan, berselang 5 tahun kemudian tepatnya bulan Desember 1997 dibuat kesepakatan lagi di antar 160 negara di kota Kyoto, jepang yang menghasilkan apa yang kita kenal sebagai Protokol Kyoto
Protokol ini mengharuskan negara-negara industri untuk menurunkan emisinya sebesar 5,2 persen di bawah tingkat emisi tahun 1990 dengan target waktu hingga 2012 dan baru memperoleh kekuatan hukumnya secara internasional pada tanggal 16 Februari 2005. Hingga 23 Oktober 2007 sudah 179 negara yang meratifikasi Protokol Kyoto tersebut. Kemudian pada tanggal 3-14 Desember 2007 di Bali diselenggarakanlah Konvensi Tingkat Tinggi yang digelar oleh UNFCCC (United Nations Framework Convention on Climate Change) dan dihadiri hampir 10 ribu orang dari 185 negara. Melalui pertemuan tersebut diharapkan dapat mengevaluasi hasil kinerja dari Protokol Kyoto yang dibuat sebagai bukti komitmen negara-negara sedunia dalam mengurangi emisi Gas Rumah Kaca demi menanggulangi permasalahan Pemanasan Global yang terjadi saat ini.

Ada beberapa hal sehingga kita bisa sedikit mengurangi betapa panasnya surabaya dari hari ke hari antara lain :
1.Hemat air
2.ganti lampu dari bohlam menjadi neon
3.Hemat Listrik, dan matikan lampu yang tidak terpakai
4. Buanglah sampah pada tempatnya
5.Kurangi sampah plastik
6.Kurangi Merokok
7. Cintai tanaman
8. Hemat Konsumsi BBm
Nah teman-teman semua mari kita buat dan persiapkan Kenyamanan tempat hunian (Khususnya Surabaya dan sekitarnya ) kita, untuk sekarang, besok, dan yang akan datang. Kita harus memulainya sekarang atau surabaya tercinta kita akan semakin panas, panas dan panas….sungguh kasian anak cucu kita nanti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: